BPBD Kepri Salurkan 26 Ton Air Bersih untuk 400 KK di Batu IX Tanjungpinang

BPBD Kepri Salurkan 26 Ton Air Bersih untuk 400 KK di Batu IX Tanjungpinang

BPBD KEPRI – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat di Kota Tanjungpinang. Sejumlah warga di kawasan permukiman Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang bersama BPBD Provinsi Kepulauan Riau dan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.

Sebanyak 26 ton air bersih didistribusikan pada Kamis (3/9/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 400 kepala keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah kawasan perumahan di Kelurahan Batu IX.

Empat kawasan permukiman yang menjadi sasaran distribusi meliputi Perumahan Nusa Indah, Perumahan Bagindo, Perumahan Tinur Indah, dan Perumahan Zasya.

Berawal dari Laporan Warga

Permintaan bantuan air bersih sebelumnya diterima BPBD Kota Tanjungpinang pada Rabu (2/9/2026). Laporan tersebut disampaikan oleh Ketua RT 02/RW 04 setelah warga mulai mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kota Tanjungpinang segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kepri dan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang untuk melakukan pendistribusian air bersih ke lokasi yang terdampak.

Proses distribusi berlangsung sekitar enam setengah jam, mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.30 WIB.

Air bersih yang disalurkan berasal dari PDAM Tirta Kepri di Sungai Pulai. Air kemudian diangkut menggunakan mobil tangki dan didistribusikan ke kawasan permukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang, Yamin, mengatakan pendistribusian tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kondisi kekeringan.

“Begitu laporan kami terima, langsung kami koordinasikan dengan tim distribusi air. Kami bersama BPBD Provinsi Kepri dan Dinas Sosial Kota Tanjungpinang sepakat untuk turun langsung mendistribusikan air kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Yamin.

Distribusi Dikoordinasikan dengan Ketua RT

Dalam pelaksanaannya, petugas BPBD juga berkoordinasi dengan ketua RT di masing-masing kawasan. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan rumah warga yang membutuhkan bantuan sehingga distribusi air dapat berlangsung lebih terarah dan merata.

Langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan air bersih masyarakat berbeda-beda, terutama bagi warga yang tidak memiliki sumber air alternatif selama musim kemarau.

Selain menyalurkan bantuan, pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di wilayah Tanjungpinang, khususnya kawasan yang mulai mengalami keterbatasan pasokan air.

BPBD Pantau Kebutuhan Air Bersih

BPBD Kota Tanjungpinang memastikan pemantauan terhadap kondisi di lapangan akan terus dilakukan. Apabila kebutuhan air bersih masyarakat masih berlanjut, BPBD akan kembali berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Yamin juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama kondisi kekeringan berlangsung. Penghematan penggunaan air dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air tetap mencukupi bagi kebutuhan dasar masyarakat.

Warga yang kembali mengalami kesulitan memperoleh air bersih juga diminta segera menyampaikan laporan melalui perangkat wilayah maupun jalur pengaduan yang tersedia. Dengan adanya laporan tersebut, pemerintah dapat lebih cepat melakukan pendataan dan menentukan bentuk bantuan yang diperlukan.

Penyaluran 26 ton air bersih kepada sekitar 400 KK di Batu IX menjadi salah satu langkah awal pemerintah dalam merespons dampak musim kemarau di Tanjungpinang. Di tengah keterbatasan pasokan air, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga hingga kondisi ketersediaan air kembali normal.

  Link berhasil disalin!


Total Pengunjung

Kunjungan Sekarang

Sedang Online

Kejadian Bencana

Publikasi Dokumen

Layanan PPID
SKM
Survei Kepuasan Masyarakat