TANJUNGPINANG, 19 OKTOBER 2026 — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau, Aludin Andi, S.E., M.M., melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang, Senin (19/10/2026), pukul 08.30 WIB.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Kepala LPP RRI Tanjungpinang dan diterima langsung oleh Kepala LPP RRI Tanjungpinang, Sulistiyanto Istifarullah, M.M., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) dan jajaran.
Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antara BPBD Kepri dan RRI Tanjungpinang dalam penyebarluasan informasi kebencanaan, edukasi mitigasi, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau.
Perkuat Informasi dan Edukasi Kebencanaan
Dalam diskusi tersebut, Kalaksa BPBD Kepri, Aludin Andi, menyampaikan bahwa media penyiaran memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami masyarakat, terutama ketika terjadi bencana maupun saat terdapat potensi cuaca ekstrem.
Menurutnya, kerja sama dengan RRI diperlukan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai peringatan dini, potensi ancaman bencana, langkah-langkah penyelamatan diri, serta upaya pencegahan dan mitigasi bencana.
BPBD Kepri juga berharap kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui siaran dialog interaktif, program edukasi kebencanaan, wawancara narasumber, penyebarluasan informasi resmi, serta publikasi perkembangan penanganan bencana kepada masyarakat.
“Informasi kebencanaan harus disampaikan secara cepat, tepat, dan dapat dipahami masyarakat. Melalui kerja sama dengan RRI, kami berharap edukasi dan informasi peringatan dini dapat menjangkau masyarakat lebih luas sehingga masyarakat semakin siap menghadapi potensi bencana,” demikian pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
RRI Tanjungpinang Sambut Baik Rencana Kerja Sama
Kepala LPP RRI Tanjungpinang, Sulistiyanto Istifarullah, M.M., menyambut baik kunjungan dan rencana kolaborasi bersama BPBD Kepri.
RRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki peran dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk informasi terkait kebencanaan dan keselamatan publik.
Melalui sinergi ini, RRI Tanjungpinang siap menjajaki berbagai bentuk kerja sama penyiaran dan edukasi kebencanaan bersama BPBD Kepri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko bencana, mendorong kesiapsiagaan sejak dini, serta membantu menangkal penyebaran informasi yang tidak benar saat terjadi keadaan darurat.
Kedua pihak juga membahas pentingnya koordinasi dalam penyampaian informasi kepada publik agar pesan kebencanaan yang disampaikan tetap akurat, terarah, dan mengacu pada informasi resmi dari instansi berwenang.
Kerja Sama Akan Dituangkan dalam MoU
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, BPBD Kepri dan LPP RRI Tanjungpinang sepakat untuk menindaklanjuti rencana kerja sama melalui penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan bagi kedua lembaga untuk melaksanakan program bersama dalam bidang komunikasi, informasi, dan edukasi kebencanaan secara berkelanjutan.
Pada akhir pertemuan, kegiatan ditutup dengan pertukaran cenderamata antara Kalaksa BPBD Kepri dan Kepala LPP RRI Tanjungpinang, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya hubungan baik dan komitmen untuk memperkuat kolaborasi.
Turut mendampingi Kalaksa BPBD Kepri dalam kunjungan tersebut:
- Benito Masnura, S.S. — Kepala Sekretariat.
- Venu Rendra Krisna, S.T., M.Eng. — Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
- Muhammad Yazid, S.T., M.T. — Kepala Bidang Kedaruratan, PUSDALOPS PB dan Logistik Peralatan.
- Dian Martaries Putra, S.T., M.H. — Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.
Melalui kunjungan ini, BPBD Kepri berharap sinergi bersama RRI Tanjungpinang semakin kuat dalam membangun komunikasi publik yang efektif, memperluas jangkauan edukasi kebencanaan, serta mewujudkan masyarakat Kepulauan Riau yang lebih sadar risiko dan tangguh menghadapi bencana.