BPBD KEPRI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 275 kejadian bencana terjadi di wilayah Kepri hingga Juni 2023.
Data BPBD Kepri menunjukkan, kebakaran menjadi salah satu jenis bencana yang paling banyak terjadi, terutama kebakaran lahan. Kondisi ini menjadi perhatian karena sebagian wilayah Kepri memasuki periode cuaca panas yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Kepala BPBD Kepri, Muhammad Hasbi, menyampaikan data tersebut pada Jumat (18/8/2023). Dari total 275 kejadian bencana, kebakaran lahan tercatat sebanyak 75 kasus.
Selain kebakaran lahan, BPBD Kepri mencatat 7 kasus kebakaran permukiman dan 2 kasus kebakaran bangunan.
Puting Beliung dan Banjir Juga Mendominasi
Selain kebakaran, sejumlah bencana hidrometeorologi juga terjadi di berbagai wilayah Kepri.
BPBD Kepri mencatat 64 kejadian puting beliung, 56 kasus banjir, 30 kasus tanah longsor, dan 33 kejadian pohon tumbang.
Sementara itu, terdapat 3 kejadian gelombang tinggi atau pasang, 2 kasus petir, 1 kasus abrasi, serta 2 kasus kabut asap.
Berdasarkan data tersebut, bencana yang terjadi di Kepri hingga Juni 2023 didominasi oleh kejadian yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan lingkungan.
Tanjungpinang dan Bintan Catat Kejadian Terbanyak
Dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana paling tinggi.
Muhammad Hasbi menyebut, kedua daerah tersebut secara keseluruhan mencatat 197 kejadian bencana.
“Jadi kasus bencana alam itu, paling banyak Kota Tanjungpinang dan Bintan,” ujar Hasbi.
Tingginya angka kejadian di kedua wilayah tersebut menjadi perhatian BPBD, terutama dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memperkuat langkah pencegahan bencana.
Dibandingkan 2022, Angka Bencana Menurun
BPBD Kepri juga mencatat jumlah kejadian bencana sepanjang 2022 jauh lebih tinggi. Dalam catatan BPBD, terdapat 711 kejadian bencana di seluruh wilayah Provinsi Kepri selama 2022.
Sama seperti 2023, kebakaran lahan menjadi salah satu jenis kejadian yang paling banyak dilaporkan. Sepanjang 2022, tercatat 323 kasus kebakaran lahan, disusul 57 kasus kebakaran permukiman dan 43 kasus kebakaran bangunan.
Untuk jenis bencana lainnya, BPBD Kepri mencatat 100 kejadian puting beliung dan 71 kasus banjir selama 2022.
Jika dibandingkan secara keseluruhan, jumlah kejadian bencana yang tercatat hingga Juni 2023 masih berada di bawah total kejadian sepanjang 2022. Namun, tingginya kasus kebakaran lahan tetap menjadi perhatian karena berpotensi meningkat ketika kondisi cuaca panas dan kering berlangsung.
BPBD Imbau Warga Cegah Kebakaran
Melihat tingginya kejadian kebakaran, BPBD Kepri mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan hutan dan lahan.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Warga juga diingatkan untuk tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di kawasan yang mudah terbakar.
Selain faktor lingkungan, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan potensi kebakaran di dalam rumah. Salah satunya dengan memastikan peralatan elektronik dalam kondisi aman ketika rumah ditinggalkan.
“Kepada masyarakat juga diminta untuk mematikan peralatan elektronik saat keluar rumah untuk menghindari risiko korsleting listrik,” kata Hasbi.
BPBD Kepri terus mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana. Kewaspadaan sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran maupun bencana lainnya, terutama di tengah perubahan kondisi cuaca yang dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.