BPBD KEPRI DISTRIBUSIKAN AIR BERSIH UNTUK WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN DAN BLACKOUT DI DOMPAK

BPBD KEPRI DISTRIBUSIKAN AIR BERSIH UNTUK WARGA TERDAMPAK KEKERINGAN DAN BLACKOUT DI DOMPAK

TANJUNGPINANG, 15 OKTOBER 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau mendistribusikan bantuan sebanyak 15 ton air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan dan blackout di wilayah Dompak, Kota Tanjungpinang, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan pendistribusian bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Riau, Aludin Andi, S.E., M.M., bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kepri. Turut mendampingi Kepala Bidang Kedaruratan, PUSDALOPS PB dan Logistik Peralatan, Muhammad Yazid, S.T., M.T., serta dihadiri perwakilan Kelurahan Dompak, ketua RT, dan ketua RW setempat.

Bantuan air bersih disalurkan ke tiga kawasan permukiman yang membutuhkan pasokan air bersih, yaitu:
1. Perumahan Puri Gading Permai, Panglima Dompak, Tanjungpinang.
2. Perumahan Puri Sri Gading, Dompak, Tanjungpinang.
3. Perumahan Kristal Valley, Dompak, Tanjungpinang.
Dalam pelaksanaannya, tim BPBD Kepri menyalurkan air bersih secara langsung ke rumah-rumah warga agar bantuan dapat diterima dengan cepat dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kepri, Aludin Andi, menyampaikan bahwa distribusi air bersih merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan, khususnya ketika terjadi gangguan pasokan air akibat kondisi blackout.

Menurutnya, selama musim kekeringan berlangsung, BPBD Kepri akan terus berupaya melakukan distribusi air bersih secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sumber daya yang ada.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Kami di BPBD Kepri akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga. Distribusi ini akan terus kami upayakan secara rutin selama musim kekeringan, dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Aludin Andi.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan kondisi darurat tidak hanya membutuhkan kecepatan dalam merespons, tetapi juga koordinasi yang baik antara BPBD, pemerintah kelurahan, pengurus RT/RW, dan masyarakat agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Kehadiran langsung Kalaksa BPBD Kepri bersama Tim Reaksi Cepat di lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan proses distribusi berjalan lancar dan bantuan benar-benar menjangkau warga yang membutuhkan.

Masyarakat menyambut baik penyaluran bantuan tersebut. Warga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah, mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi keluarga, mulai dari memasak, mencuci, hingga menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Bagi warga yang mengalami keterbatasan pasokan air, bantuan ini sangat membantu meringankan beban selama kondisi kekeringan berlangsung. Warga juga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan apabila kondisi belum kembali normal.

BPBD Kepri mengimbau masyarakat agar menggunakan air bantuan secara bijak sesuai kebutuhan serta segera menyampaikan informasi kepada pemerintah setempat apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Melalui kegiatan ini, BPBD Provinsi Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan dan penanganan kepada masyarakat yang terdampak bencana maupun kondisi darurat, dengan mengedepankan respons cepat, koordinasi lintas sektor, dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

  Link berhasil disalin!


Total Pengunjung

Kunjungan Sekarang

Sedang Online

Kejadian Bencana

Publikasi Dokumen

Layanan PPID
SKM
Survei Kepuasan Masyarakat