KALAKSA BPBD KEPRI HADIRI BIMTEK KELUARGA BERINTEGRITAS, PERKUAT NILAI ANTIKORUPSI DIMULAI DARI KELUARGA

KALAKSA BPBD KEPRI HADIRI BIMTEK KELUARGA BERINTEGRITAS, PERKUAT NILAI ANTIKORUPSI DIMULAI DARI KELUARGA

TANJUNGPINANG – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Riau, Aludin Andi, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas dengan tema “Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi”, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 16.00 WIB tersebut diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Aula Wan Seri Beni, Pusat Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau, Dompak, Tanjungpinang. Kalaksa BPBD Kepri hadir bersama istri, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penguatan budaya integritas yang dimulai dari lingkungan keluarga.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., dan diikuti oleh para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau beserta istri masing-masing.

Bimtek ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pencegahan korupsi melalui penanaman nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, kesederhanaan, dan keteladanan, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun pelaksanaan tugas pemerintahan.

KPK: INTEGRITAS HARUS DIMULAI DARI KELUARGA

Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, David Sepriwasa, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai antikorupsi.

Menurutnya, pimpinan OPD harus mampu menjadi teladan dalam menerapkan prinsip antikorupsi, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan keluarga.

Ia berharap nilai-nilai integritas yang ditanamkan melalui kegiatan tersebut dapat tumbuh dalam keluarga para pimpinan OPD dan selanjutnya ditularkan kepada keluarga pegawai di lingkungan perangkat daerah masing-masing.

David juga menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam mendukung upaya pencegahan korupsi. Kehadiran para kepala OPD bersama pasangan masing-masing dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya integritas yang berawal dari keluarga.

GUBERNUR ANSAR: JAGA AMANAH DAN MARWAH KELUARGA

Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyampaikan bahwa nilai-nilai integritas sejatinya telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Melayu. Nilai amanah, kejujuran, rasa malu ketika melakukan kesalahan, serta kewajiban menjaga marwah diri dan keluarga merupakan prinsip yang diwariskan secara turun-temurun.

Gubernur juga mengingatkan peribahasa Melayu, “Tuah rumah karena sendi, tuah negeri karena budi.” Peribahasa tersebut mengandung pesan bahwa kehormatan keluarga dan masyarakat bertumpu pada kebaikan, karakter, serta perilaku yang dijunjung dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, integritas bukan hanya kewajiban pejabat publik dalam menjalankan tugas pemerintahan, melainkan juga kehormatan yang harus dijaga dalam kehidupan pribadi dan keluarga.

Oleh karena itu, pembentukan karakter antikorupsi perlu dimulai dari rumah. Nilai kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, dan sikap amanah harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi pedoman dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga terus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui pengawasan program strategis, penerapan sistem manajemen talenta dalam pengisian jabatan, serta penguatan pengawasan internal pemerintah.

KALAKSA BPBD KEPRI APRESIASI BIMTEK KELUARGA BERINTEGRITAS

Kalaksa BPBD Kepri, Aludin Andi, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Bimtek Keluarga Berintegritas yang diinisiasi oleh KPK bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran bahwa pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui pengawasan dan penegakan aturan, tetapi juga harus diperkuat melalui pembentukan karakter dan keteladanan yang dimulai dari keluarga.

Ia memandang keluarga sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kesederhanaan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi setiap aparatur dalam menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kalaksa juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pemahaman selama bimbingan teknis, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di tempat kerja.

Bagi BPBD Kepri, integritas merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Pelaksanaan program, pengelolaan anggaran, distribusi bantuan, serta pemanfaatan sarana dan prasarana kebencanaan harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini penting karena penanggulangan bencana berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak bencana. Setiap sumber daya yang dipercayakan kepada BPBD harus dikelola secara bertanggung jawab dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Kalaksa berharap nilai-nilai integritas yang diperkuat melalui kegiatan ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh jajaran BPBD Kepri dalam memberikan pelayanan publik yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

MEMBANGUN BUDAYA ANTIKORUPSI MELALUI KETELADANAN

Melalui Bimtek Keluarga Berintegritas, diharapkan para pimpinan OPD bersama pasangan masing-masing semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam membangun karakter antikorupsi.

Keteladanan di lingkungan keluarga diharapkan tercermin dalam perilaku sehari-hari, kemudian diterapkan dalam kepemimpinan dan pelaksanaan tugas pemerintahan, serta menjadi budaya positif bagi seluruh pegawai di lingkungan organisasi perangkat daerah.

Bagi BPBD Provinsi Kepulauan Riau, penguatan integritas menjadi bagian dari komitmen untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, memperkuat kepercayaan publik, dan memastikan setiap program penanggulangan bencana dilaksanakan secara bertanggung jawab.

Integritas dimulai dari keluarga, diwujudkan melalui keteladanan, dan dibuktikan melalui pelayanan yang jujur serta bertanggung jawab kepada masyarakat.

  Link berhasil disalin!


Total Pengunjung

Kunjungan Sekarang

Sedang Online

Kejadian Bencana

Publikasi Dokumen

Layanan PPID
SKM
Survei Kepuasan Masyarakat